Penanggung Jawab di UI

Prof. Erman Rajagukguk merupakan ahli hukum ekonomi senior UI, dan merupakan satu dari ahli Indonesia di bidang ini. Beliau belajar hukum di Universitas Indonesia (S.H.) dan University of Washington (LL.M., Ph.D.). Sejak tahun 1998 beliau memiliki tanggung jawab dalam usaha untuk mereformasi hukum Indonesia dalam jabatannya sebagai Dirjen hukum dagang (Dirjen KUMDANG) dalam Menteri Kehakiman dan baru baru ini sebagai Wakil Sekretaris Kabinet Indonesia (WASEKAB). Beliau sering terlibat dalam proses reformasi hukum dalam pemerintahan, terutama dalam mengubah bidang hukum ekonomi seperti hukum kompetisi baru dan pengawasan terhadap pengadilan pailit yang baru saja dibentuk melalui keanggotaannya dalam Komisi Pengawasan Pengadilan Perdata. Prof. Rajagukguk juga merupakan Ketua Program Pasca Sarjana FH-UI di Kampus Salemba dan LSHE di kampus Depok.

Prof. Dr. Hikmahanto Juwana merupakan ahli hukum ekonomi dan seorang tokoh generasi muda akademisi bidang hukum Indonesia. Beliau belajar ilmu hukum di Universitas Indonesia (S.H.), Keio University, Jepang (LL.M.) dan University of Nottingham, Inggris (Ph.D.). Selama tahun 2000-2001 Prof. Juwana menjabat sebagai eselon satu penasihat hukum Menteri Koordinasi Ekonomi Indonesia dan sebagai penasihat hukum luar untuk Departemen Luar Negeri dan Kejaksaan Negeri. Beliau merupakan anggota Dewan Pacar pada Departemen Kehakiman.

Prof. Harkristuti Harkrisnowo merupakan ahli kriminologi dan anggota senior Fakultas Hukum UI, ketua UI Center untuk Pembahasan Hak Asasi Manusia. Beliau mempelajari ilmu hukum di Universitas Indonesia (S.H., LL.M.) dan ilmu kriminologi di Sam Houston State University (M.A., Ph.D.). Sejak tahun 1999 Prof. Harkrisnowo telah menjadi anggota Komisi Hukum Nasional dan sering menjadi komentator untuk media nasional mengenai sistem hukum Indonesia dan permasalahan reformasi hukum. Beliau bekerja dengan pemerintah sebagai pegawai eselon satu Departemen Hak Asasi Manusia yang tidak berumur panjang tersebut, dan membantu otorita Indonesia mengenai hak asasi manusia, permasalahan wanita dan masalah sosial lainnya dalam lingkup yang lebih luas lagi seperti masalah korupsi, polisi dan penegakan hukum. Beliau juga secara aktif terlibat dalam kertas kerja DPR sejak tahun 2000 baik atas nama LFIP maupun atas nama UI.

 

<< Kembali


HOME